Jumat, 19 Januari 2024

Muslimah dan Ilmu


Muslimah dan Ilmu

Kemarin aku posting versi video mengenai "perempuan kalau tidak disibukkan dengan ilmu,
dia akan disibukkan dengan perasaannya." (Posting ig @berawaldarihijrah)

Sebelumnya pasti para perempuan setuju dengan hal tersebut bukan? Karena perempuan tidak akan pernah lepas dari perasaan dan prasangka-prasangkanya.

Ilmu bisa membawa seseorang kepada kesibukan yang baik.

Sedangkan perasaan akan membuat seseorang lalai dari produktifitas, akan mengganggu seseorang dari tujuan dan mimpinya.

Ilmu bisa membawa seseorang berjalan tanpa perlu terjerumus terlebih dulu. 

"Terbentur, terbentur, terbentuk" kalau kata ust. Oemar Mita, gak semua orang setelah terbentur bisa terbentuk, bisa jadi ia hancur. 

Maka kita harus mengantisipasi hal tersebut dengan ilmu. Dengan ilmu, kita bisa tau kemana dan bagaimana kita bergerak, sehingga kita bisa terbentuk tanpa terbentur.

Maka sepenting itu ilmu bagi kita, khususnya muslimah. Karena ilmu yang akan membawa perempuan mendidik anak-anaknya dengan baik, sehingga tumbuhlah generasi penerus bangsa yang baik. Ilmu yang akan menuntun perempuan untuk mendapatkan pasangan yang bisa memberikan keturunan sholihah dan sholihah ilmu dan iman yang akan membawa perempuan menjadi mahal dan mulia.

#muslimah #motivasi #quotes #dakwah #foryou

Jumat, 12 Januari 2024

3 Hal Dalam Diri Seorang Muslimah

3 hal yang perlu diperhatikan seorang muslimah✨️


1️⃣Attitude
• Punya akhlak yang pantas dicontoh
• Punya manajemen diri yang baik (emosi, waktu, pola hidup)
• Punya rasa malu & menjaga kehormatan dirinya

2️⃣Skill
• Senantiasa dekat dengan ilmu
• Menjadikan Alqur'an & hadits sebagai sumber dasar ilmu
• Menekuni bidang yang disukai & bisa berkontribusi dengan kemampuannya

3️⃣Value
• Punya nilai hidup untuk Allah
• Punya nilai diri yang bermanfaat dengan niat karena Allah
• Punya prinsip diri yang sesuai dengan syariat agamanya

#dakwah #muslimah #muslim #islam #dakwahmuslim #fyp #quotes #quotesislam #quotesdakwah #quotesmuslimah #rajab #ramadhan #ilmu #catatan #catatanmuslimah #diaryhati

Minggu, 28 Juni 2020

Andai Kau Tahu

"ANDAI KAU TAHU"⁣⁣

Berawal dari hijrah #berawaldarihijrah
@berawaldarihijrah

"bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu, ⁣
pastilah hatimu akan melelh karena Cinta kepada-Nya" -Ibnul Qoyyim Al Jauziyah ⁣
⁣⁣
Andai kau tahu, Allah yang mendetakkan jantungmu tanpa berhenti sepanjang hidupmu sampai detik ini. Allah yang mengatur, bahkan kamu pun tak sanggup.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Andai kau tahu, Allah yang membangunkan kamu tiap pagi hari, setiap hari sampai detik ini. Bukankah betapa sering alarm yang kamu atur tak membangunkanmu. Allah-lah yang menghidupkanmu setelah ditidurkan.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Andai kau tahu, Allah melindungimu di setiap perjalanan hidupmu, Bukankah kamu ketika ‘terpeleset’ di lantai yang licin lalu tidak jatuh itu adalah karena melindungimu agar tidak celaka, bukan karena kepandaianmu menjaga diri.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Andai kau tahu, Allah selalu menjawab doamu bahkan diberikan yang terbaik atas kesabaranmu. Sementara kau selalu tergesa-gesa akan inginmu sendiri dan kebanyakan ceroboh.⁣⁣⁣

⁣⁣
Andai kau tahu, Allah selalu ada untukmu, Allah selalu ada di sampingmu, Allah selalu memeluk melindungimu. Allah selalu memberikan rejeki padamu. Allah selalu memberikan yang terbaik untukmu. Allah selalu mengharapkanmu pulang ke Surga yang dirindukan. ⁣⁣
⁣⁣
Banyak sekali hal yang Allah ‘urusin’ untuk kita ⁣⁣
⁣⁣
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran"⁣⁣
(Al-Baqarah : 186).⁣⁣
⁣⁣
"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."⁣⁣
(Al-Baqarah : 153) ⁣⁣
⁣⁣⁣
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari Nikmat-Ku."⁣⁣⁣
(Al-Baqarah : 152)⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏⁣⁣⁣
ⓒ @berawaldarihijrah #hatidiary⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
(Repost n remake plz credit) ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
#dakwahcinta #dakwahjomblo #dakwahislam #yukdakwah #hijrahjomblo #hijrahcinta #yukhijrah #hijrahmuslimah #hijrah #diaryhijrah #Alquran #murottal #tilawahquran #islam #quotesislam #muhasabah #ayatalquran #quotesquran #quotesmuslim #quotes #muslimah #kartunmuslimah #kartunislam #akhwat

Selasa, 28 April 2020

Keutamaan Dzikir Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illa Billah

KEUTAMAAN DZIKIR "Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illa Billah "

   Barakallah fiikum, MasyaAllah sudah lama sekali saya tidak menulis artikel seperti ini dan Alhamdulillah Allah kembali mengizinkan saya untuk menulis begitupun semoga Allah meridhoi tulisan ini dan juga kepada para pembaca~


   Dalam kehidupan sehari hari, tentunya ada masa dimana manusia merasa berat dan merasa lelah, salah satu cara untuk mengatasinya yakni dengan berdzikir untuk memohon kekuatan pada Allah.

   Dzikir tersebut bertujuan untuk memberikan ketenangan dan memohon jalan keluar, berikut salah satu dzikir terbaik yang memiliki 17 keutamaan, yakni laa hawla wa laa quwwata illa billah, yang memiliki arti
Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT.

Berikut keutamaannya:

1. Bekal di Surga

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada ‘Abdullah bin Qois, “Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘Laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di surga” (HR. Bukhari no. 7386). Dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah merupakan dzikir yang penuh kebaikan hingga nantinya bisa menjadi jalan untuk mendapat hal berharga di surga sebab itulah pengaruh dzikir terhadap jiwa.

2. Meningkatkan Rasa Taat

Ibnu Mas’ud berkata,“Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindungan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.” Dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah akan memberikan rasa taat yang lebih sebab menyadari secara langsung pertolongan dan perlindungan dari Allah sebagai wujud kasih sayang Allah kepada hambaNya.

3. Akhlak Mulia

Dari Abi Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadaku: “Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu bacaan yang menjadi simpanan kekayaan di dalam syurga?”, Maka aku menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah”. Maka beliau menjawab: “Ucapkanlah Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah” Jelas bahwa dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah merupakan akhlak mulia yang sering dilakukan orang sholeh yang memahami alasan pentingnya akhlak mulia menurut islam.

4. Melindungi dari Bahaya

Suatu ketika di jaman dulu dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah memberikan pertolongan untuk lepas dari bahaya sebab termasuk keutamaan berdzikir kepada Allah, yaitu Suatu ketika Al Asyja’i melaporkan kepada Rasulullah saw bahwa anaknya yang bernama Auf telah ditawan oleh musuh. Maka Rasulullah berpesan kepadanya agar Al Asyja’i mengutus seseorang untuk menemui anaknya dan menyampaikan agar Auf memperbanyak membaca “La Haula wa La Quwwata Illa Billah”.

5. Memberikan Kekuatan

Dan dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah terbukti memberikan kekuatan dan keberhasilan sebagai cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an, Maka setelah hal tersebut disampaikan dan Auf memperbanyak membaca “Laa Haula wa La Quwwata Illa Billah” terjadilah bermacam keajaiban. Betapa tidak, tali kulit yang mengikat tangan Auf tiba-tiba terlepas maka Auf pun kabur dengan menunggang onta milik musuh.

6. Jalan Keluar Segala Kesusahan

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar,” ( Terjemah QS. Ath-Thalaq(65):2). Memang dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah ialah jalan keluar atas segala permasalahan dan memberikan pertolongan atas segala kesusahan atau kesulitan yang sedang dihadapi. 

7. Sunnah Rasulullah

Rasulullah saw bersabda: “ Perbanyaklah membaca ‘La Haula wa La Quwwata Illa Billah’, karena sesungguhnya ia merupakan perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Surga. (HR.Ahmad). Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah sebab menjadi sesuatu yang disukai Allah dan memiliki banyak kebaikan.

8. Penawar Segala Penyakit

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah maka hal itu sebagai penawar baginya dari 99 penyakit dan yang termudah adalah rasa bimbang”. (HR. Tabrani). Segala penyakit hati dan kesedihan serta kesusahan akan hilang jika sering mengamalkan dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah sebab merupakan ungkapan doa dan berserah dri pada Allah.

9. Mengalahkah Musuh Allah

Jaman dahulu juga ada suatu kisah tentang seseorang yang bisa mengalahkan musuh Allah ketika berperang dengan berusaha sebaik mungkin dan memperbanyak membaca dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah, Hubaib bin Salamah rahimmullah saat menghadapi musuh atau mengepung sebuah benteng sangat senang memperbanyakkan ucapan “ Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah “.

10. Memudahkan Pekerjaan

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan “ Kalimat Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah” mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan saat menanggung beban pekerjaan yang sulit dan keras, atau saat menghadap kepada raja dan orang yang ditakutkan, selain pengaruhnya yang efektif untuk menolak kemiskinan. Berusaha sebaik mungkin dan banyak membaca dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah akan membantu memberikan keberhasilan pada setiap usaha yang dilakukan.

11. Jauh dari Petaka

Makhul rahimahullah berkata: “ Barangsiapa yang yang mengatakan Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah maka akan lenyap dari dirinya tujuh puluh pintu petaka, yang paling rendah adalah bencana kemiskinan”. Dengan membaca dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah secara rutin akan melindungi dari segala bahaya dan dari segala malapetaka yang merugikan baik di dunia maupun di akherat.

12. Kalimat yang Disukai Allah

Nabi saw yang mulia bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepadamu sebuah kalimat yang berasal dari bawah ‘Arsy dari pusaka surga? Katakanlah olehmu: Laa Haula wa La Quwwata Illa Billah”, niscaya Allah akan mengatakan, ‘hambaKu telah menyerahkan dirinya dan meminta perlindungan.”(HR Al-Hakim dari Abu Hurairah r.a).

Allah menyukai hambaNya yang banyak menyebut dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah sebab menjadi wujud bahwa hamba tersebut mengakui kekuatan Allah dan berserah diri pada Allah dengan tetap berusaha serta melakukan yang terbaik yang ia mampu sehingga Allah selalu menolongnya dan memberi jalan keluar di tiap kesulitan yang dihadapi.

13. Jauh dari Laknat Allah

“Perbanyaklah Al-Baaqiyaat Al-Shaalihaat, yaitu tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan laa haula wa laa quwwata illa billah.”(HR Ahmad, Ibn Hibban dan Al-Hakim dari Abu Sa’id r.a). Tentunya dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah yang merupakan salah satu dzikir terbaik akan emnjauhkan dari laknat Allah sebab memilikki pahala dan nilai yang begitu tinggi di mata Allah. 

14. Berserah Kepada Allah

Imam a-Nawawi berkata: “La haula wa la quwwata illa billah”, itulah kalimat yang digunakan untuk menyerah diri dan menyatakan bahwa kita tidak mempunyai hak untuk memiliki sesuatu urusan. Ia kalimah yang menyatakan bahawa seseorang hamba tiada mempunyai daya upaya untuk menolak sesuatu kejahatan (kemudaratan) dan tiada mempunyai daya kekuatan untuk mendatangkan kebaikan kepada dirinya melainkan dengan kudrat iradat Allah subhnahu wa ta’ala juga.”

Manusia memang hanya bisa berusaha dan hasil wajib diserahkan sepenuhnya kepada Allah sehingga buan hanya membaca dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah dan segala sesuatu akan datang sendiri namun jga harus disertai usaha maksimal sehingga apa yang diusahakan berhasil dan benar benar memberikan keberkahan untuk hidup di dunia dan di akherat.

15. Jauh dari Penyakit Hati

“La haula wa la quwwata illa billah”. Secara lengkap kita juga dapat menambahkan lafaz ” alliyil adzim” yang berarti ” Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung” di belakangnya. Boleh menambah pujian lain dalam dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah sebab akan menjauhkan diri dari rasa sombong dan menjauhkand dari segala penyakit hati yang berbahaya.

16. Menentramkan Hati

“La Haula wala Quwwata illa billah” berulang-ulang kali, menyerahkan segenap hatinya kepada Sang Khalik, insya Allah jiwanya akan tenang, tenteram, dan segala urusan kembali kepada Allah Ta’ala. Tentuya semua dzikir termasuk dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah akan memberikan ketenangan hati sehingga ia jauh dari hati yang gundah atau sesat.

17. Dekat dengan Allah

Ada banyak kisah mengenai dzikir laa hawla wa laa quwwata illa billah yang memberikan pertolongan untuk para nabi dan rasul terdahulu sebab dzikir tersebut akan mendekatkan seseorang kepada Allah sehingga dengan ijin Allah kesulitan apapun yang dihadapi dapat dijalani dan dilewati dengan indah dan penuh keberhasilan.

   Pertolongan Allah swt bukan hanya hak monopoli para nabi. Seperti ketika nabi Ibrahim as yang tetap bugar meski dibakar api oleh raja Namrud atau nabi Musa as yang dikejar musuh dan tersudut di tepi laut hingga Allah swt memberikan pertolongan-Nya dengan terbelahnya laut. Ataupun nabi Yunus as yang dalam keadaan putus asa terbuang dari kapal kemudian dimakan seekor ikan hiu tapi bisa tetap hidup.

   Juga ketika Rasulullah saw dikejar musuh hingga mulut gua bersama sahabat Abu Bakar as-Siddiq, tetapi musuh tidak dapat melihatnya. Pertolongan Allah swt yang semacam itu juga diperuntukkan kaum Muslimin melalui Hawqallah yaitu lafaz “La haula wa la quwwata illa billah”.

  Demikian pembahasan mengenai keutaaan dzikir Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illa Billah saya sampaikan, semoga menjadi wawsan yang bermanfaat untuk anda dan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari hari sehingga menjadi pribadi yang jauh lebih baik imannya.

🖋 @berawaldarihijrah (follow kami di instagram) 

Sumber : 
dalamislam.com
AsSAJIDIN.COM 

Jumat, 04 Oktober 2019

Kerugian yang Hakiki

Hatipah Salamah, Berawal Dari Hijrah,  #berawaldarihijrah

Orang yang berakal pasti akan memilih sesuatu yang baik bukan yang buruk, mengutamakan kebahagiaan yang bersifat abadi daripada kebahagiaan sejenak. Kalaulah kita merenungi dunia dan segala isinya ini, kita pasti akan sadar dan yakin bahwa dunia dan segala isinya ini hanya bersifat sementara, tidak kekal. Kebahagiaan dan kesedihan di dunia juga bersifat sementara. Bertolak belakang dengan kebahagiaan atau kesedihan di akhirat yang semua bersifat abadi. Maka alangkah ruginya, orang yang hanya mengejar materi dan kesenangan semu di dunia, karena tidak lama lagi itu semua akan berakhir dengan kematian.


Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa kerugian itu menimpa semua orang, kecuali orang-orang yang memiliki empat sifat :

1. Beriman terhadap perkara yang diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla supaya diimani. Dan iman itu tidak akan ada kalau tidak ada ilmu. Jadi ilmu merupakan bagian dari iman. Iman tidak akan sempurna kecuali dengan ilmu.

2. Beramal shaleh. Ini mencakup seluruh perbuatan baik, yang lahir maupun yang batin, yang berkaitan dengan hak Allâh maupun hak para hambaNya, yang wajib maupun yang sunat.

3. Nasehat menasehati dengan al-haq. Al-haq adalah iman dan amal shalih. Maksudnya mereka saling menasehati, saling menganjurkan serta saling memberikan motivasi untuk melaksanakannya.

4. Nasehat menasehati supaya tetap sabar dalam melaksanakan perbuatan taat, sabar dalam meninggalkan perbuatan maksiat dan sabar menerima takdir Allah yang pedih.

 Masuk neraka adalah kerugian hakiki, sedangkan kesuksesan yang hakiki adalah masuk surga serta diselamatkan dari neraka. Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3: 185]


Semoga Allah Azza wa Jalla menyelamatkan kita dari tipu daya dunia dan menjadikan kita termasuk orang-orang meraih keberuntungan yang hakiki, selamat dari kerugian sebenarnya. Hanya Allah Tempat memohon pertolongan.

Sabtu, 24 Agustus 2019

Keep Continue - Istiqomahlah

[Keep Continue]

Istiqomahlah


Teruslah, teruslah istiqomah atas semua yang telah kamu lakukan
Mencapaianmu hari demi hari, kau sudah sedikit lebih maju dari yang kemarin

Walau tak seberapa kebaikan yang kamu lakukan setiap hari
Teruslah berubah menjadi baik, bahkan lebih baik
Menjauhi yang dilarangnya, dan mendekat kepada apa yang dianjurkannya

Kita tidak sempurna, tentu banyak salah sangat banyak
Hanya saja Allah maha baik, menutupi semua kesalahan
Kita labil, cepat goyah dalam suatu hal
Ingin menjadi baik, tapi kadang lupa untuk menjadi baik

Apapun amalan yang kamu perbuat, teruslah diperbuat selama itu baik
Biarpun pelan yang penting konstan
Biarpun sedikit yang penting rutin
Ketika mulai lelah, ingatlah Allah
Ingat kembali kesalahan yang banyak kamu perbuat
Dengan begitu, semangatlah semangat dalam taat

Tokoh : kamu dan kita untuk aku.
Tulisanku pengingatku

#quotes #coretan #hijrah

Ayo hijrah!

Hijrah

Umar bin al-Khaththab ra. pernah berpesan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (di akhirat, red).”

Artinya, di dunia ini, sekaranglah waktu kita menghisab diri. Di mana posisi kita antara dosa dan pahala, antara kemaksiatan dan ketataan, antara neraka dan surga. Di mana posisi kita terhadap Islam dan syariahnya, juga di tengah umat Islam. Sejauh mana berbagai larangan Allah SWT telah ditinggalkan? Sejauh mana perintah-Nya telah dikerjakan?

Muhasabah atau introspeksi diri ini penting dilakukan terus-menerus. Tentu agar setiap dari kita bisa memperbaiki diri atau ber-“hijrah”.

Hijrah itu terjadi karena adanya kesadaran tentang perlunya perubahan dari keadaan yang sedang eksis ke keadaan baru yang ingin diwujudkan. Kesadaran itu tentu muncul karena adanya muhasabah atau instrospeksi diri. Karena itu muhasabah atau introspeksi diri menjadi sangat penting.

Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah meninggalkan apa yang wajib ditinggalkan, yakni apa saja yang dilarang oleh Allah SWT.
Meninggalkan apa saja yang Allah larang tidak menuntut kemampuan. Ini berbeda dengan melakukan apa yang Allah perintahkan, yang menuntut kemampuan maksimal. Rasul saw. bersabda:

«...فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنِ الشَّيْءِ فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِالشَّيْءِ فَائْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ»
…Jika aku melarang kalian dari sesuatu maka tingggalkanlah dan jika aku memerintahkan sesuatu maka lakukanlah sesuai batas kemampuan kalian (HR Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian setiap Muslim harus segera berhenti dari apa yang Allah larang dan meninggalkannya, sekaligus segera menjalankan berbagai ketaatan kepada-Nya. Dengan dua spirit ini, setiap Muslim akan menjadi sosok yang makin taat. Ketaatannya juga makin total, makin menyeluruh, makin kâffah.

Hal yang sama juga perlu dilakukan oleh kaum Muslim secara keseluruhan. Kita perlu melakukan muhasabah/interospeksi atas keadaan umat Islam hari ini. Kita perlu merenungkan bagaimana keadaan umat Islam. Bagaimana pula keadaan seharusnya yang dikehendaki oleh Islam. Selanjutnya kita perlu menyiapkan tidak lanjut atas hasil muhasabah itu.

Perubahan atau “hijrah” harus dilakukan bukan hanya pada tataran individu, tetapi juga pada tataran masyarakat, yakni perubahan menuju ketaatan kepada Allah SWT secara total. Ketaatan total kepada Allah SWT diwujudkan dengan penerapan syariah Islam kaffah di dalam seluruh aspek kehidupan. Ini menjadi tanggung jawab seluruh komponen umat Islam.

WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []


Hikmah yang dapat dipetik:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sungguh orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang benar-benar mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
(TQS al-Baqarah [2]: 218).


Diambil dan dikutip dari buletin kaffah no. 103