Minggu, 21 Oktober 2018

Meraih Surga Tertinggi

MERAIH SURGA TERTINGGI

Abu Said al Khudri radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻥَّ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺪَّﺭَﺟَﺎﺕِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻰ ﻟَﻴَﺮَﺍﻫُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﺤْﺘَﻬُﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮَﻭْﻥَ ﺍﻟﻨَّﺠْﻢَ ﺍﻟﻄَّﺎﻟِﻊَ ﻓِﻲ ﺃُﻓُﻖِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺃَﺑَﺎ ﺑَﻜْﺮٍ، ﻭَﻋُﻤَﺮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻌَﻤَﺎ
“Sesungguhnya penghuni surga yang menempati derajat yang paling tinggi, akan melihat orang-orang yang berada di bawah mereka, seperti kalian melihat bintang yang terbit di ufuk langit. Dan sungguh Abu Bakar dan ‘Umar, termasuk dari mereka dan yang paling baik”
(HR. Tirmidzi).

Imam al Qurtubi rahimahullah menerangkan,
ﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻐﺮﻑ ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻠﻮ ، ﻭﺍﻟﺼﻔﺔ ، ﺑﺤﺴﺐ ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺃﺻﺤﺎﺑﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ، ﻓﺒﻌﻀﻬﺎ ﺃﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ ، ﻭﺃﺭﻓﻊ
“Ketahuilah bahwa kamar di surga berbeda-beda dalam hal derajat ketinggian dan sifatnya, sesuai perbedaan penghuninya dalam amal perbuatan. Maka satu dari mereka lebih tinggi derajatnya dari yang lain”
( at Tadzkiroh fi Ahwal al Mauta wa Umur al Akhiroh, hal. 398).

Meraih surga tertinggi harus menjadi cita-cita, harapan dan doa setiap muslim. Karna dengan cita-cita itulah ia akan berusaha memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk meraihnya, baik ibadah, sedekah maupun yang lainnya.

ﻭَﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃُﻭﺭِﺛْﺘُﻤُﻮﻫَﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
“Itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian, disebabkan amal sholeh kalian dahulu di dunia” (QS. Az-Zukhruf : 72)

ﻭﺣﻮﺭ ﻋِﻴﻦٌ ﻛَﺄَﻣْﺜَﺎﻝِ ﺍﻟﻠُّﺆْﻟُﺆِ ﺍﻟْﻤَﻜْﻨُﻮﻥِ ﺟَﺰَﺍﺀً ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
“Bidadari-bidadari surga berkulit putih bersih dan bermata indah. Bidadari -bidadari itu putih bersih bagaikan mutiara-mutiara yang bejejer rapi. Semua itu sebagai balasan bagi orang-orang mukmin atas amal sholih yang mereka kerjakan di dunia”
(QS. Al-Waaqi’ah: 22-24).

Ayat diatas menjelaskan bahwa amal sholih yang kita lakukan menjadi penyebab ketinggian derajat surga.

Namun ketahuilah, bahwa manusia masuk surga bukan karna amal sholihnya, tapi karna rahmat Allah subhanahu wa ta'ala. sebagaimana dalam hadis Jabir bin Abdillah
radhiyallahu’anhu disebutkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
ﻟَﺎ ﻳُﺪْﺧِﻞُ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ، ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺠِﻴﺮُﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻭَﻟَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺔٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
“ Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah ”
(HR. Muslim no. 2817).


0 komentar:

Posting Komentar