Jumat, 28 Desember 2018

Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh ,
Menjelang tahun baru Masehi disini saya izin share mengenai larangan dan hukum  merayakannya ,Berikut paparan dari Ustadz Sarwat saat menjawab berbagai pertanyaan mengenai hukum merayakan tahun baru Masehi dan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang islami.
Ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru Masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat.

1. Pendapat yang Mengharamkan

Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.
a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir
Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.
Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.
Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.
b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir
Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.”

Hadist yang mencakup yaitu :

Tahun Baru = Hari Raya Orang Kafir

Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang. Di antara alasan statement ini adalah:
Pertama, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud)
Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,
من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة
“Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”
Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,
يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء تلقون إليهم بالمودة وقد كفروا بما جاءكم من الحق …
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..” (QS. Al-Mumtahanan: 1)
Ketiga, Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamdatang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,
قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما إن الله عز و جل أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر
Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).
Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.
Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.
Keempat, Allah berfirman menceritakan keadaan ‘ibadur rahman (hamba Allah yang pilihan),
و الذين لا يشهدون الزور …
Dan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuur…
Sebagian ulama menafsirkan kata ‘az-Zuur’ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.

c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat
Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.
Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.
d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bid’ah
Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.
Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid’ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.
Maka hukumnya bid’ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar’inya.

2. Pendapat yang Menghalalkan

Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya.
Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikut-ikutan libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam, pesantren, departemen Agama RI dan institusi-institusi keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut merayakan hari besar mereka?
Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.
Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir, maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, tidak mengapa hukumnya.
Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya.
Misalnya, umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya.
Segini dulu pembahasannya semoga bermanfaat.
wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Credit : Konsultasi Syariah &  Fimadani

Kamis, 01 November 2018

Penulisan Salam yang Benar

Penulisan Waalaikumsalam atau Waalaikumussalam MANA YANG BENAR ??

Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa barakatuh


Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allahta’ala, ucapan salam adalah sunah yang diajarkan oleh Nabi kitashallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi sebagian kaum muslimin salah dalam mengucapkannya, sebagian salah dalam menuliskan atau melafazhkan, sebagiannya lagi salah dalam mengucapkan salam dengan meringkasnya menjadi kata yang tidak lagi menjadi salam.

Dalam bahasa arab, tulisan salam secara lengkap adalah seperti ini.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pembacaannya adalah“Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”,

kalau mau terperinci panjang pendeknya di tulis“Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”, perhatikan panjang dan pendeknya…

Makna kalimat salam tersebut di antaranya adalah, “Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu.”

Ucapan salam di atas adalah bentuk salam yang paling sempurna, adapun bentuk pengucapan lain bisa dengan mengucapkan,

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Assalamu ‘alaikum warahmatullah”



Atau, اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

“Assalamu ‘alaikum”


Dasarnya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم : عَشْرٌ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : عِشْرُونَ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : ثَلاَثُونَ

Dari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan“Assalamu ‘alaikum”. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata,“sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain dan mengucapkan,“Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata,“Dua puluh (kebaikan)”.

Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan“Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata,“Tiga puluh (kebaikan).”
(HR. Abu Daud)

Membalas Salam

Adapun bentuk membalas salam adalah berdasarkan firman Allahta’aladalam surat an-Nisa,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa': 86)

Dalam ayat ini Allah ta’ala memerintahkan kita untuk membalas salam dengan yang lebih baik, sehingga kalau yang memberi salam mengucapkan,



اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

“Assalamu ‘alaikum”


Maka minimal kita jawab dengan mengucapkan,

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ

“Wa ‘alaikumus salam”

Kalau kita ingin membalas dengan yang lebih lengkap dengan mengucapkan,

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah” Atau,

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh” Maka ini lebih baik.



Jadi apabila yang memberi salam mengucapkan lafazh yang lengkap, maka sepantasnya kita untuk membalas dengan ucapan salam yang lengkap juga.

Disini aku hanya menyampaikan apa yang aku ketahui ,semoga bermanfaat buat kalian semua

Atas kekurangannya mohon dimaafkan jika ada pemasukan kolom komentar selalu aktif . Dan terimakasih~

Sabtu, 27 Oktober 2018

ANDAI AJAL DALAM TIDUR

ANDAI AJAL DALAM TIDUR

بسم الله ارّحمن ارّحيمِ

Aku mau bahas sekilas tentang perkara sebelum tidur yuk langsung disimak aja ya:)


EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK MANAPUN DENGAN TUGAS HARIAN.

Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.

“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu:

1. Sebelum khatam al-Quran.
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.
3. Sebelum para muslimin meredhai engkau.
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".

Bertanya Siti Aisyah:

“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasulullah tersenyum dan bersabda:

1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrahmaa nirrahiim,
‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’
lam yalid walam yuulad’
walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “

2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “

3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau
“ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )

4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim
Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar "
( 3x )


Yuk sama sama di share ,semoga bermanfaat untuk semuanya.
Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)


Minggu, 21 Oktober 2018

Meraih Surga Tertinggi

MERAIH SURGA TERTINGGI

Abu Said al Khudri radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻥَّ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺪَّﺭَﺟَﺎﺕِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻰ ﻟَﻴَﺮَﺍﻫُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﺤْﺘَﻬُﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮَﻭْﻥَ ﺍﻟﻨَّﺠْﻢَ ﺍﻟﻄَّﺎﻟِﻊَ ﻓِﻲ ﺃُﻓُﻖِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺃَﺑَﺎ ﺑَﻜْﺮٍ، ﻭَﻋُﻤَﺮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻌَﻤَﺎ
“Sesungguhnya penghuni surga yang menempati derajat yang paling tinggi, akan melihat orang-orang yang berada di bawah mereka, seperti kalian melihat bintang yang terbit di ufuk langit. Dan sungguh Abu Bakar dan ‘Umar, termasuk dari mereka dan yang paling baik”
(HR. Tirmidzi).

Imam al Qurtubi rahimahullah menerangkan,
ﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻐﺮﻑ ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻠﻮ ، ﻭﺍﻟﺼﻔﺔ ، ﺑﺤﺴﺐ ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺃﺻﺤﺎﺑﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ، ﻓﺒﻌﻀﻬﺎ ﺃﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ ، ﻭﺃﺭﻓﻊ
“Ketahuilah bahwa kamar di surga berbeda-beda dalam hal derajat ketinggian dan sifatnya, sesuai perbedaan penghuninya dalam amal perbuatan. Maka satu dari mereka lebih tinggi derajatnya dari yang lain”
( at Tadzkiroh fi Ahwal al Mauta wa Umur al Akhiroh, hal. 398).

Meraih surga tertinggi harus menjadi cita-cita, harapan dan doa setiap muslim. Karna dengan cita-cita itulah ia akan berusaha memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk meraihnya, baik ibadah, sedekah maupun yang lainnya.

ﻭَﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃُﻭﺭِﺛْﺘُﻤُﻮﻫَﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
“Itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian, disebabkan amal sholeh kalian dahulu di dunia” (QS. Az-Zukhruf : 72)

ﻭﺣﻮﺭ ﻋِﻴﻦٌ ﻛَﺄَﻣْﺜَﺎﻝِ ﺍﻟﻠُّﺆْﻟُﺆِ ﺍﻟْﻤَﻜْﻨُﻮﻥِ ﺟَﺰَﺍﺀً ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
“Bidadari-bidadari surga berkulit putih bersih dan bermata indah. Bidadari -bidadari itu putih bersih bagaikan mutiara-mutiara yang bejejer rapi. Semua itu sebagai balasan bagi orang-orang mukmin atas amal sholih yang mereka kerjakan di dunia”
(QS. Al-Waaqi’ah: 22-24).

Ayat diatas menjelaskan bahwa amal sholih yang kita lakukan menjadi penyebab ketinggian derajat surga.

Namun ketahuilah, bahwa manusia masuk surga bukan karna amal sholihnya, tapi karna rahmat Allah subhanahu wa ta'ala. sebagaimana dalam hadis Jabir bin Abdillah
radhiyallahu’anhu disebutkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
ﻟَﺎ ﻳُﺪْﺧِﻞُ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ، ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺠِﻴﺮُﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻭَﻟَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺔٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
“ Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah ”
(HR. Muslim no. 2817).


Sabtu, 13 Oktober 2018

Jalan Menjaga Istiqomah


بسم الله الرحمن الرحيم

Agar tetap teguh di atas istiqamah maka seseorang harus melakukan hal-hal berikut ini, dinataranya adalah :

➡1). Taubat nasuha.
➡2). Senantiasa mentauhidkan Allâh dan menjauhkan syirik.
➡3). Selalu berusaha untuk selalu konsekuen dan konsisten dalam ketaatan kepada Allâh danRasul-Nya.
➡4). Muraqabatullâh, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allâh Ta’ala baik dalam keadaan rahasia maupun terang-terangan.
➡5). Muhasabah, yaitu menginstrospeksi segala amal perbuatan yang telah dikerjakan.
➡6). Mujâhadah, yaitu berjuang sungguh-sungguh menggembleng jiwa di atas ketaatan kepada Allâh Ta’ala.
➡7). Ikhlas dalam beramal dan mutaba’ah (mengikuti contoh Rasûlullâh).
➡8). Berpegang teguh kepada Sunnah dan menjauhi bid’ah.
➡9). Menjaga shalat lima waktu dengan berjama’ah di masjid.
➡10). Berani dalam melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.
➡11). Senantiasa menuntut ilmu syar’i.
➡12). Takut kepada Allâh Ta’ala dengan mengingat pedihnya siksa neraka.
➡13). Mencari teman yang shâlih.
➡14). Menjaga hati, lisan, dan anggota badan serta sabar dari hal-hal yang diharamkan.
➡15). Mengetahui langkah-langkah setan.
➡16). Senantiasa berdzikir dan berdo’a agar diteguhkan di atas istiqamah. Diantara do’a yang sering Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam baca ialah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

"Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu." [HR at-Tirmdizi (no. 3522) dan Ahmad (VI/302, 315) dari Ummu Salamah radhiyallâhu ’anha]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📋 Diringkas dari Pembahasan "Keutamaan Istiqomah"

✍ Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas

Kamis, 11 Oktober 2018

Kriteria Idaman Menurut Islam


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kriteria Laki-laki Idaman
(Ideal) menurut Islam.

Rasulullah saw bersabda :
Dan perumpamaan mukmin itu seperti lebah, ia hinggap di tempat yang baik, memakan yang baik, tetapi tidak merusaknya”
(HR. Thabrani).

Dari hadist di atas dapat di qiyaskan (analogi) yang dimaksud Orang mukmin (orang beriman) yang seperti lebah itu adalah orang mukmin baik laki-laki maupun perempuan.

Sedangkan (sekiranya) Kriteria
Laki-laki Idaman (Ideal) menurut Islam adalah ;

1) Islam menjadi pedoman hidupnya yang utama (QS.6:153);

2) Ikhlas menjadi dasar hidupnya (QS.2:207);

3) Taqwa menjadi bekal hidupnya (QS.2:197);

4) Taat menjadi karakteristik khasnya (QS.3.132);

5) Shalat dan sabar merupakan kekuatannya (QS.8:56;32:24);

6) Tsabat (teguh) merupakan sikap hidupnya (QS.8:45);

7) Ukhuwah Islamiyah menjadi pengikat hatinya (QS.49:10;43:67);

8) Tidak mengenal sikap palsu, kamuflase, banyak tingkah dan takabur (QS.25:63);

9) Ruang jiwanya dipenuhi oleh perhatian dan kepedulian yang besar dan penuh kesungguhan dalam mencapai hadaf (tujuan baik) mereka (QS.28:55);

10) Detik-detik malamnya amat berharga, diisi dengan ibadah Qiyamul Lail/Muraaqabatullah (QS.25:64 : 17:79. 76:26);

11) Senantiasa risau dan amat takut akan azab Neraka Jahanam (QS.25:65-66);

12) Punya ukuran-ukuran yang jelas atas kebenaran dalam kehidupannya (QS.25:67.17:29);

13) Tidak menyekutukan Allah, dan tidak menantang (menyalahi) perintah Allah (QS.25:68-71);

14) Tidak menyia-nyiakan hak orang lain dan tidak menzalimi seorangpun (QS.25:72);

15) Hatinya lurus dan hidup subur, dengan iman yang benar (QS.25:73);

16) Senantiasa menginginkan kebaikan yang dilakukan menjamah dan berlanjut untuk setiap generasi (QS.25:74-76);

17) Senantiasa Jujur dalam perkataan dan perbuatan;

18) Senantiasa menjaga tali silaturrahmi;

19) Senantiasa menjaga amanah yang diberikan;

20) Senantiasa menjaga hak tetangga;

21) Senantiasa memberi kepada yang membutuhkan;

22) Senantiasa membalas kebaikan orang lain;

23) Senantiasa memuliakan tamu;

24) Memiliki sifat malu;

25) Senantiasa menepati janji;

26) Tubuhnya sehat dan kuat (Qowiyyul jismi);

27) Berakhlak baik/mulia kepada sesama makhluk Allah; (Matiinul khuluqi);

28) Senantiasa Shalat tepat pada waktunya;

29) Senantiasa memautkan hatinya ke masjid /Cinta Shalat berjamaah di Masjid;

30) Senantiasa membaca dan mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya;

31) Sederhana dalam urusan dunia dan paling cinta pada urusan akhirat;

32) Paling suka melakukan amar ma’ruf nahi munkar;

33) Paling berhati-hati dengan lidahnya (menjaga lidah);

34) Senantiasa cinta pada keluarganya;

35) Paling lambat marahnya;

36) Senantiasa memperbanyak istighfar, berdzikir dan mengingat Allah swt dan memperbanyak Shalawat Nabi;

37) Senantiasa suka dan ringan berzakat, infaq dan bersedekah;

38) Senantiasa menjaga wudhu;

39) Senantiasa menjaga Shalatnya terutama Shalat wajib;

40) Senantiasa menjaga Shalat sunnat Tahajjud dan Shalat Dhuha;

41) Paling cinta dan hormat pada kedua orang tuanya, terutama ibunya;

42) Cerdas / Pikirannya intelek (Mutsaqoful fikri);

43) Aqidahnya bersih/lurus (Saliimul ‘aqiidah);

44) Ibadahnya benar (Shohiihul ‘ibaadah);

45) Rendah hati (Tawadhu’);

46) Jiwanya bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi);

47) Mampu mencari nafkah (Qaadirun’alal kasbi);

48) Senantiasa menjaga dan memelihara lidah/lisan (Hifdzul lisaan);

49) Senantiasa istiqomah dalam kebenaran (Istiqoomatun filhaqqi);

50) Senantiasa menundukkan pandangan terhadap lawan jenis dan memelihara kehormatan (Goddhul bashor wahifdzul hurumat);

51) Senantiasa lemah lembut dan suka memaafkan kesalahan orang lain (Latiifun wahubbul’afwi);

52) Benar, jujur, berani dan tegas
(Al-haq, Al-amanah-wasyaja’ah);

53) Selalu yakin dalam tindakan yang sesuai ajaran Islam (Mutayaqqinun fil’amal);

54) Senantiasa pandai memanfaatkan waktu (untuk dunia dan akhirat) (Hariisun’alal waqti);
55) Sebanyak-banyaknya bermanfaat bagi orang lain (Naafi’un lighoirihi);

56) Senantiasa menghindari perkara yang samar-samar (Ba’iidun’anisy syubuhat);

57) Senantiasa berpikir positif dan membangun (Al-fikru wal-bina’);

58) Senantiasa siap menolong orang yang lemah (Mutanaashirun lighoirihi);

59) Senantiasa berani bersikap keras terhadap orang-orang kafir yang memusuhi kita (Asysyidda’u’alal kuffar);

60) Senantiasa mengingat akan datangnya kematian;

Apakah anda atau suami atau (calon) suami/pasangan Anda telah memenuhi ciri-ciri pria idaman menurut Islam seperti di atas ?
Kalo saya belum termasuk deh, tetapi masih berusaha.
InsyaAllah

Apabila sudah sebagian maka sempurnakanlah dan pertahankanlah,
Namun apabila belum senantiasa berusahalah untuk menyempurnakannya, karena memang Tidak ada insan yang sempurna, kecuali Rasulullah saw, tapi senantiasa berusahalah menjadi yang mendekati kriteria-kriteria tersebut.

*Ciri" Wanita Cantik* Memiliki Hati Yang Cantik.
Yaitu hati yang selalu tawadhu' atau rendah hati, selalu berbaik sangka kepada orang lain dan kepada Rabb-nya.

Memiliki Bibir Yang Cantik.
Yaitu bibir yang selalu digunakan untuk dzikir dan tersenyum kepada orang lain.

Memiliki Mata Yang Cantik.
Yaitu mata yang digunakan untuk melihat hal-hal yang halal dan baik saja.

Memiliki Tangan Yang Cantik.
Yaitu kedua tangan yang ringan memberi pertolongan kepada yang membutuhkan, tangan yang gemar bersedekah dan membantu sesama.

Memiliki Kaki Yang Cantik.
Yaitu kaki yang selalu dibawa ke tempat-tempat yang baik, ke majelis ilmu, ke masjid, dan tempat-tempat untuk menimba ilmu yang bermanfaat.

Memiliki Rambut Yang Cantik.
Yaitu rambut yang selalu dijaga dengan hijab, dan dilindungi dari tangan laki-laki yang bukan muhrimnya.

Memiliki Kulit Yang Cantik.
Yaitu kulit yang selalu dibalut dengan kain tertutup dan terjaga dari pandangan orang lain (menutup aurat).

Kupu-kupu tidak tahu warna sayap mereka.
Tapi orang-orang tahu betapa indahnya mereka.
Seperti juga dirimu, tidak tau betapa indahnya dirimu.
Tapi Allah tau betapa istimewanya dirimu di Mata-Nya.

Ketika kau tunduk dalam Syari'at-Nya.
Ridha atas takdir-Nya,
Tersenyum dalam musibah,
Tegar dalam ujian,
Teguh dalam pendirian.
Seorang wanita pintar akan membuka fikiran laki laki
Seorang wanita cantik akan membuka mata laki laki.

Tapi, hanya seorang wanita solehah lah yang akan membuka hati mereka.

Siapakah wanita yang paling cantik?
"wanita yang paling baik akhlaknya"

Siapakah wanita yang paling bahagia?
"wanita yang bersuamikan
laki laki soleh"

Siapakah wanita yang paling bijaksana?
"wanita yang menjadi teladan bagi anak-anaknya"

Wahai Wanita...
Jadilah wanita yang di hormati karena cantiknya Akhlak dari kemulianNya.
Bukan wanita yang di minati karena cantiknya fisik...

Semoga kita semua dan anak keturunan kita senantiasa diberikan petunjuk dan bimbingan oleh Allah swt untuk bisa menjadi insan dan laki-laki yang baik menurut Islam dan bagi Akhwat semoga diberi Allah swt atau bagi akhwat (perempuan) dapat diberikan Allah swt pasangan laki-laki mukmin yang baik menurut Islam seperti disebutkan di atas. Aamiin


Kriteria Laki-laki Idaman
(Ideal) menurut Islam.

Rasulullah saw bersabda :
Dan perumpamaan mukmin itu seperti lebah, ia hinggap di tempat yang baik, memakan yang baik, tetapi tidak merusaknya”
(HR. Thabrani).

Dari hadist di atas dapat di qiyaskan (analogi) yang dimaksud Orang mukmin (orang beriman) yang seperti lebah itu adalah orang mukmin baik laki-laki maupun perempuan.

Sedangkan (sekiranya) Kriteria
Laki-laki Idaman (Ideal) menurut Islam adalah ;

1) Islam menjadi pedoman hidupnya yang utama (QS.6:153);

2) Ikhlas menjadi dasar hidupnya (QS.2:207);

3) Taqwa menjadi bekal hidupnya (QS.2:197);

4) Taat menjadi karakteristik khasnya (QS.3.132);

5) Shalat dan sabar merupakan kekuatannya (QS.8:56;32:24);

6) Tsabat (teguh) merupakan sikap hidupnya (QS.8:45);

7) Ukhuwah Islamiyah menjadi pengikat hatinya (QS.49:10;43:67);

8) Tidak mengenal sikap palsu, kamuflase, banyak tingkah dan takabur (QS.25:63);

9) Ruang jiwanya dipenuhi oleh perhatian dan kepedulian yang besar dan penuh kesungguhan dalam mencapai hadaf (tujuan baik) mereka (QS.28:55);

10) Detik-detik malamnya amat berharga, diisi dengan ibadah Qiyamul Lail/Muraaqabatullah (QS.25:64 : 17:79. 76:26);

11) Senantiasa risau dan amat takut akan azab Neraka Jahanam (QS.25:65-66);

12) Punya ukuran-ukuran yang jelas atas kebenaran dalam kehidupannya (QS.25:67.17:29);

13) Tidak menyekutukan Allah, dan tidak menantang (menyalahi) perintah Allah (QS.25:68-71);

14) Tidak menyia-nyiakan hak orang lain dan tidak menzalimi seorangpun (QS.25:72);

15) Hatinya lurus dan hidup subur, dengan iman yang benar (QS.25:73);

16) Senantiasa menginginkan kebaikan yang dilakukan menjamah dan berlanjut untuk setiap generasi (QS.25:74-76);

17) Senantiasa Jujur dalam perkataan dan perbuatan;

18) Senantiasa menjaga tali silaturrahmi;

19) Senantiasa menjaga amanah yang diberikan;

20) Senantiasa menjaga hak tetangga;

21) Senantiasa memberi kepada yang membutuhkan;

22) Senantiasa membalas kebaikan orang lain;

23) Senantiasa memuliakan tamu;

24) Memiliki sifat malu;

25) Senantiasa menepati janji;

26) Tubuhnya sehat dan kuat (Qowiyyul jismi);

27) Berakhlak baik/mulia kepada sesama makhluk Allah; (Matiinul khuluqi);

28) Senantiasa Shalat tepat pada waktunya;

29) Senantiasa memautkan hatinya ke masjid /Cinta Shalat berjamaah di Masjid;

30) Senantiasa membaca dan mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya;

31) Sederhana dalam urusan dunia dan paling cinta pada urusan akhirat;

32) Paling suka melakukan amar ma’ruf nahi munkar;

33) Paling berhati-hati dengan lidahnya (menjaga lidah);

34) Senantiasa cinta pada keluarganya;

35) Paling lambat marahnya;

36) Senantiasa memperbanyak istighfar, berdzikir dan mengingat Allah swt dan memperbanyak Shalawat Nabi;

37) Senantiasa suka dan ringan berzakat, infaq dan bersedekah;

38) Senantiasa menjaga wudhu;

39) Senantiasa menjaga Shalatnya terutama Shalat wajib;

40) Senantiasa menjaga Shalat sunnat Tahajjud dan Shalat Dhuha;

41) Paling cinta dan hormat pada kedua orang tuanya, terutama ibunya;

42) Cerdas / Pikirannya intelek (Mutsaqoful fikri);

43) Aqidahnya bersih/lurus (Saliimul ‘aqiidah);

44) Ibadahnya benar (Shohiihul ‘ibaadah);

45) Rendah hati (Tawadhu’);

46) Jiwanya bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi);

47) Mampu mencari nafkah (Qaadirun’alal kasbi);

48) Senantiasa menjaga dan memelihara lidah/lisan (Hifdzul lisaan);

49) Senantiasa istiqomah dalam kebenaran (Istiqoomatun filhaqqi);

50) Senantiasa menundukkan pandangan terhadap lawan jenis dan memelihara kehormatan (Goddhul bashor wahifdzul hurumat);

51) Senantiasa lemah lembut dan suka memaafkan kesalahan orang lain (Latiifun wahubbul’afwi);

52) Benar, jujur, berani dan tegas
(Al-haq, Al-amanah-wasyaja’ah);

53) Selalu yakin dalam tindakan yang sesuai ajaran Islam (Mutayaqqinun fil’amal);

54) Senantiasa pandai memanfaatkan waktu (untuk dunia dan akhirat) (Hariisun’alal waqti);
55) Sebanyak-banyaknya bermanfaat bagi orang lain (Naafi’un lighoirihi);

56) Senantiasa menghindari perkara yang samar-samar (Ba’iidun’anisy syubuhat);

57) Senantiasa berpikir positif dan membangun (Al-fikru wal-bina’);

58) Senantiasa siap menolong orang yang lemah (Mutanaashirun lighoirihi);

59) Senantiasa berani bersikap keras terhadap orang-orang kafir yang memusuhi kita (Asysyidda’u’alal kuffar);

60) Senantiasa mengingat akan datangnya kematian;

Apakah anda atau suami atau (calon) suami/pasangan Anda telah memenuhi ciri-ciri pria idaman menurut Islam seperti di atas ?
Kalo saya belum termasuk deh, tetapi masih berusaha.
InsyaAllah

Apabila sudah sebagian maka sempurnakanlah dan pertahankanlah,
Namun apabila belum senantiasa berusahalah untuk menyempurnakannya, karena memang Tidak ada insan yang sempurna, kecuali Rasulullah saw, tapi senantiasa berusahalah menjadi yang mendekati kriteria-kriteria tersebut.

*Ciri" Wanita Cantik* Memiliki Hati Yang Cantik.
Yaitu hati yang selalu tawadhu' atau rendah hati, selalu berbaik sangka kepada orang lain dan kepada Rabb-nya.

Memiliki Bibir Yang Cantik.
Yaitu bibir yang selalu digunakan untuk dzikir dan tersenyum kepada orang lain.

Memiliki Mata Yang Cantik.
Yaitu mata yang digunakan untuk melihat hal-hal yang halal dan baik saja.

Memiliki Tangan Yang Cantik.
Yaitu kedua tangan yang ringan memberi pertolongan kepada yang membutuhkan, tangan yang gemar bersedekah dan membantu sesama.

Memiliki Kaki Yang Cantik.
Yaitu kaki yang selalu dibawa ke tempat-tempat yang baik, ke majelis ilmu, ke masjid, dan tempat-tempat untuk menimba ilmu yang bermanfaat.

Memiliki Rambut Yang Cantik.
Yaitu rambut yang selalu dijaga dengan hijab, dan dilindungi dari tangan laki-laki yang bukan muhrimnya.

Memiliki Kulit Yang Cantik.
Yaitu kulit yang selalu dibalut dengan kain tertutup dan terjaga dari pandangan orang lain (menutup aurat).

Kupu-kupu tidak tahu warna sayap mereka.
Tapi orang-orang tahu betapa indahnya mereka.
Seperti juga dirimu, tidak tau betapa indahnya dirimu.
Tapi Allah tau betapa istimewanya dirimu di Mata-Nya.

Ketika kau tunduk dalam Syari'at-Nya.
Ridha atas takdir-Nya,
Tersenyum dalam musibah,
Tegar dalam ujian,
Teguh dalam pendirian.
Seorang wanita pintar akan membuka fikiran laki laki
Seorang wanita cantik akan membuka mata laki laki.

Tapi, hanya seorang wanita solehah lah yang akan membuka hati mereka.

Siapakah wanita yang paling cantik?
"wanita yang paling baik akhlaknya"

Siapakah wanita yang paling bahagia?
"wanita yang bersuamikan
laki laki soleh"

Siapakah wanita yang paling bijaksana?
"wanita yang menjadi teladan bagi anak-anaknya"

Wahai Wanita...
Jadilah wanita yang di hormati karena cantiknya Akhlak dari kemulianNya.
Bukan wanita yang di minati karena cantiknya fisik...

Semoga kita semua dan anak keturunan kita senantiasa diberikan petunjuk dan bimbingan oleh Allah swt untuk bisa menjadi insan dan laki-laki yang baik menurut Islam dan bagi Akhwat semoga diberi Allah swt atau bagi akhwat (perempuan) dapat diberikan Allah swt pasangan laki-laki mukmin yang baik menurut Islam seperti disebutkan di atas. Aamiin

Shalat Wanita di Masjid Ternyata Kalah Utama dengan Shalat Wanita di Rumahnya

Shalat Wanita di Masjid Ternyata Kalah Utama dengan Shalat Wanita di Rumahnya.

❓ Manakah yang lebih baik, shalat wanita berjamaah di masjid ataukah shalat sendirian di rumah?

🏡 Jawabannya, shalat bagi wanita yang terbaik adalah di rumahnya.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

“Shalat seorang wanita di kamar khusus untuknya lebih afdhal daripada shalatnya di ruang tengah rumahnya. Shalat wanita di kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari shalatnya di kamarnya.”
(HR. Abu Daud, no. 570. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat pengertian hadits ini dalam ‘Aun Al-Ma’bud, 2: 225).

Artinya, tempat shalat wanita di dalam rumah semakin tidak terlihat dan jauh dari ikhtilath (campur baur dengan lawan jenis), akan semakin utama.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian dalam rumah mereka.”

(HR. Ahmad, 6: 297. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya).

Istri dari Abu Humaid As-Sa’idi, yaitu Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya sangat ingin sekali shalat berjamaah bersamamu.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab,

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ مَعِى وَصَلاَتُكِ فِى بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى حُجْرَتِكِ وَصَلاَتُكِ فِى حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِى دَارِكِ وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى

Aku telah mengetahui hal itu bahwa engkau sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun shalatmu di dalam kamar khusus untukmu (bait) lebih utama dari shalat di ruang tengah rumahmu (hujrah). Shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kaummu. Shalat di masjid kaummu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi).” Ummu Humaid lantas meminta dibangunkan tempat shalat di pojok kamar khusus miliknya, beliau melakukan shalat di situ hingga berjumpa dengan Allah (meninggal dunia, pen.)

(HR. Ahmad, 6: 371. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Namun jika wanita ingin melaksanakan shalat berjama’ah di masjid selama memperhatikan aturan seperti menutupi aurat dan tidak memakai harum-haruman, maka janganlah dilarang.

Dari Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا

“Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.”
(HR. Muslim, no. 442).

Ada tiga syarat yang mesti dipenuhi ketika seorang wanita ingin shalat berjamaah di masjid :
(1) menutup aurat,
 (2) tidak memakai minyak wangi,
 (3) harus mendapatkan izin suami.

👤 Demikian dinyatakan oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 3457.

👤 Dari Abu Musa Al-Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”
(HR. An-Nasa’i, no. 5126; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 413. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Maksudnya wanita semacam itu akan membangkitkan syahwat pria yang mencium bau wanginya.
(Lihat Tuhfah Al-Ahwadzi, 8: 74)

❓ Apakah jika wanita ikut shalat berjama’ah di masjid akan mendapatkan pahala 27 derajat?

👤 Al-Hafizh Ibnu Rajab dalam Fath Al-Bari (4: 34) menyatakan bahwa hadits,

➡ shalat laki-laki dengan berjamaah akan dilipat gandakan menunjukkan bahwa
shalat wanita Tidak ❌ dilipat gandakan ketika dilakukan secara berjamaah. Karena shalat wanita di rumahnya lebih baik dan lebih afdhal.

👤 Dalam Fath Al-Bari (2: 147), Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menjelaskan tentang hadits,

 “laki-laki yang terkait hatinya dengan masjid” menunjukkan bahwa pahala shalat di masjid 27 derajat hanya ditujukan pada laki-laki karena shalat wanita tetap lebih baik di rumahnya dibanding masjid.

  Baca bahasan Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 122393 :

هل تنال المرأة أجر صلاة الجماعة إذا ذهبت للمسجد؟

 Semoga menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat. 

Selasa, 02 Oktober 2018

Dunia atau Akhirat

Assalamualaikum Wr. Wb

Ini postingan kedua ya hehe ,Alhamdulillah semoga kedepannya dilancarin yaa...

Sesuai judul yaitu " Dunia atau Akhirat" aku mau sedikit bercerita atau menshare yang sekiranya untuk kalian yang membacanya akan mendapat hikmah aaammmiinnn

Banyak sekali tentunya yang terlena atau lalai dalam urusan akhirat dan yang sebenernya adalah kita di dunia ini hanyalah berlomba lomba dalam bekal kita ke akhirat atau bersama sama mencari bekal untuk akhirat kelak

Bukan cuman banyak orang pasti kalian dan saya pun pasti masih lalai dalam urusan akhirat tersendiri . Tapi yang harus kita pikirkan adalah gimana caranya kita terus berada di jalan yang dirahmati Allah swt. Apalagi di zaman sekarang ini ,yanh dimana zaman ini penuh syahwat dan fitnah

Berbuat baik  dikira caper ,mau share kebaikan dikira so alim. Sebenernya kita si gausah lah ya dengerin kata kata mereka yang sekiranya gapenting itu ,kita hanya perlu ubah pola pikir kita dan mental kita untuk terus berada di jalan Allah Swt.

Jika kalian kalah dalam bersaing di dalam urusan dunia setidaknya kalian jangan mau kalah juga bersaing dalam urusan akhirat. Dunia hanyalah sementara ,sedangkan akhirat adalah selamanya

Yang dimana didunia ini kita harus benar membawa bekal untuk di akhirat kelak , dengan terus membawa atau menyebut nama Allah yang lagi Maha Pengasih lagi Maha Penyayang insyaAllah semua urusan kita di dunia akan selalu dilancarkan oleh-Nya

Dalam inti postingan ini, janganlah kalian melupakan kewajiban kalian yaitu mencari bekal untuk Akhirat kelak ,dan terus istiqomah dijalan yang di rahmati Allah Swt.

Mungkin hari ini saya hanya bisa menyampaikan postingan singkat saya ini ,sebelumnya makasih dan Wassalamualaikum Wr.Wb